Oleh: turanggaseta | Februari 13, 2009

Turunkan Berat Badan Tanpa Keringat

berat-badanTEMPO Interaktif, Jakarta: Delapan perempuan sedang berolahraga. Ada yang berjalan di atas treadmill, ada yang mengayuh sepeda statis, sit-up, berlatih beban, juga menekan bola. Mereka tidak sedang berada di pusat kebugaran. Itu suasana klinik sport therapy (terapi olahraga) Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu lalu.

Rina, 30 tahun, satu dari mereka yang berlatih. Perempuan dengan berat tubuh 70 kilogram dan tinggi 163 sentimeter itu mengikuti terapi olahraga untuk menurunkan berat badannya. Baru dua pekan berlatih, bobot tubuhnya sudah turun 1,4 kilogram.

Terapi olahraga merupakan cara mencegah dan membantu proses penyembuhan dengan olahraga terukur. Olahraga yang dilakukan disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien, komposisi lemak dan otot tubuh, metabolisme, serta kemampuan tubuh berolahraga. Terapi ini tidak akan melelahkan dan tak bakal membuat pasien berkeringat. “Ini yang membedakan (terapi olahraga) dengan fitness center atau pusat kebugaran,” kata dokter spesialis olahraga dari Rumah Sakit Mitra Kemayoran, Michael Triangto, Rabu lalu, di tempat kerjanya.

Terapi olahraga, kata Michael, idealnya dilakukan 12 kali dalam sebulan. Saban dua pekan, dokter akan mengevaluasi setiap gerakan yang diberikan dan diukur dengan pemeriksaan electromyography. Setiap orang boleh mengikuti terapi ini, mulai anak-anak hingga orang tua.
Michael mengatakan program ini tidak bergantung pada instruktur senam atau ambisi orang bersangkutan. Melainkan lebih melihat seberapa kuat jantung menerima rangkaian latihan. “Ukuran kesuksesannya bukan seberapa banyak keringat yang keluar, melainkan seberapa aman jantung bekerja ketika terapi dilakukan,” ujar Michael.

Sehingga, sebelum melakukan terapi, ada beberapa hal yang terlebih dulu harus diketahui. Pertama, tinggi badan. Tujuannya membantu menentukan berat badan ideal. Perhitungannya menggunakan rumus: berat badan (kg) = (tinggi badan – 100) x 0,9. Kedua, menentukan target penurunan berat badan. Idealnya, dengan terapi ini, dalam sebulan berat badan turun 3-4 kilogram. Jika berlebihan, akan berdampak buruk bagi kesehatan.

Ketiga, ukuran tekanan darah untuk mencegah terjadinya gangguan pada jantung ataupun pembuluh darah. Seseorang dengan tekanan darah tinggi tidak boleh melakukan latihan yang berlebihan karena risikonya sangat besar.

Keempat, selama latihan, denyut jantung harus tetap terkontrol. Rumus perhitungannya adalah denyut jantung maksimal sama dengan 220 dikurangi usia. Nah, untuk menurunkan berat badan, intensitas latihan yang digunakan adalah 60-80 persen dari denyut jantung maksimal. Contohnya, jika seseorang berusia 30 tahun, denyut jantung maksimalnya adalah 190 kali per menit. Sehingga latihan yang dijalankan hanya akan membuat jantung berdenyut dalam kisaran 110-150 kali per menit.

Saat terapi, tubuh akan dilengkapi satu set peralatan pemantau denyut jantung, yang dikenal dengan heart rate monitor, yang dipasang pada dada, dekat jantung. Alat ini terdiri atas dua bagian, yakni detektor denyut jantung, yang juga berfungsi sebagai transmitter.

Monitor kecil yang mirip jam tangan diletakkan pada pergelangan tangan untuk menunjukkan denyut jantung. Alat ini dilengkapi alarm, yang akan berbunyi bila melampaui batas maksimal dan minimal denyut jantung yang dianjurkan pada saat terapi. Batas minimal dan maksimal ditentukan untuk menghindari risiko akibat olahraga berlebihan, misalnya serangan jantung.
Peralatan yang digunakan untuk terapi ini mirip yang digunakan dalam latihan di pusat-pusat kebugaran, seperti treadmill, sepeda statis, stepper, dan cross trainer. Meski begitu, kata Michael, latihan ini bisa dilakukan di mana saja, dengan alat seadanya dan oleh siapa saja.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: