Oleh: turanggaseta | Juni 17, 2009

Sehat adalah Pilihan Mau Mati Cepat atau Umur Panjang??

logo-pugsMalam itu, paparan Dr Santoso Karo-karo Surbakti mengundang tawa. dokter spesialis jantung ini memaparkan “Jadwal dan Menu Makan Gaya Medan agar Cepat Mati”. Dimulai sarapan nasi lemak atau mi goreng dengan teh susu atau kopi Sidikalang. Pukul 10.00 menyantap soto Medan plus “martabe” atau es campur Medan. Tengah hari, sajian Mandailing atau Minang atau Melayu, tak lupa minum martabe dan kopi Sidikalang. Pukul 16.00 ada sate Minang-Medan, es krim Medan, dan pisang goreng Medan. Selanjutnya makan malam, biasanya makanan ala Cina atau hidangan laut. Terakhir, pukul 21.00 tak lupa meneguk bandrek Medan dan melahap durian.

Bayangkan kandungan kolesterol dan garam dalam segudang makanan tersebut. Karena itu, Santoso membubuhi kata-kata tambahan “agar cepat mati”. Masakan Mandailing, ia mengatakan, memiliki rasa pedas, asin, dan berlemak. Menu asin dan berlemak itulah yang membawa orang pada posisi berisiko terhadap penyakit jantung.

Dalam diskusi yang digelar Yayasan Jantung Indonesia dan Novartis beberapa waktu yang lalu itu, Santoso memaparkan sejumlah studi yang mengungkapkan kaitan erat antara konsumsi garam dan serangan hipertensi. Padahal, saat ini ada kecenderungan orang mengkonsumsi garam secara berlebih. Rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tidak lebih dari satu sendok teh atau sekitar 5-6 gram per hari. Sementara itu, rata-rata konsumsi dunia adalah 9-12 gram per orang.

Padahal, kehadiran hipertensi mengundang komplikasi. Di antaranya, menurut Santoso, meningkatkan risiko gagal jantung dan penyakit jantung koroner. Lazimnya, kondisi hipertensi level satu atau ringan ditandai dengan tekanan darah sistol di atas 140 milimeter Hg dan diastol 90 miligram Hg.

Ancaman serupa juga terjadi jika adanya asupan kolesterol yang berlebih bagi tubuh. Kolesterol termasuk salah satu turunan lemak. Pada dasarnya kolesterol dibuat oleh tubuh, selain ditemukan pada bahan makanan tertentu. Bila jumlahnya memadai, sangat berguna untuk menjalankan fungsi organ tubuh, seperti empedu, hormon, dan prekursor vitamin D. Namun, kata Santoso, bila mengkonsumsi makanan berkolesterol secara berlebih, kadar kolesterol dalam darah akan meningkat. Akibatnya, bisa terjadi penyempitan dan penyumbatan pembuluh darah yang bisa berakhir pada serangan penyakit jantung. Makanan berkolesterol tinggi antara lain terdapat pada kuning telur, hati, otak, paru, usus, kepiting, dan kerang.

Untuk menekan risiko tersebut, ada diet yang tepat, dan dikenal sebagai diet DASH, yang merupakan singkatan dari dietary approaches to stop hypertension. Pola makan ini memang dikembangkan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah dan tekanan darah tinggi. Pola ini juga berfungsi menekan kadar sodium yang rendah. Sebuah studi menyebutkan, memilih pola makan dengan diet DASH, yang kaya buah-buahan, sayuran, susu, atau produk susu rendah lemak dan lemak jenuh yang rendah pula, bisa menurunkan tekanan darah sebesar 8-14 milimeter Hg.

Santoso menyebutkan, dalam piramida ini, di bagian bawah ditempatkan buah-buahan dan sayuran. Pada bagian kedua ada padi-padian, dan lebih baik berupa padi-padian utuh. Di bagian ketiga, terdapat produk susu rendah lemak, sajian laut, ayam dan daging tanpa lemak. Bagian keempat diisi kacang-kacangan dan minyak, yang mewakili lemak yang sehat, serta teratas yang serba manis, itu pun konsumsinya dibatasi hanya tiga kali seminggu.

Santoso mengungkapkan, bila pola ini diterapkan pada penderita hipertensi, menurut studi, bisa menurunkan tekanan darah sistol sebesar 11,4 poin dan diastol 5,5 poin. Bila penurunan ini diterapkan kepada populasi secara keseluruhan, diperkirakan tingkat kematian akan menurun. Penurunan 15 persen akibat penyakit jantung dan 27 persen karena serangan stroke.

Dalam studi terbaru, keampuhan diet DASH pun masih diakui. Studi itu dilakukan di Cardiovascular Epidemiology Research Unit, Beth Israel Deaconess Medical Center, Boston. Dalam paparannya pada Mei lalu, peneliti dari lembaga itu menyatakan konsistensi menjalani diet DASH mengurangi kejadian gagal jantung. Jadi, kenapa tidak mencobanya?

RITA NARISWARI

Dua yang Dihindari

1. Kelompok Bersodium Tinggi

Ikan teri, daging atau ikan asap, keju, keripik dengan tambahan sodium, kaldu bubuk maupun blok, makanan ringan, acar, udang, ikan asin, sosis, dan daging kalengan.

2. Kelompok Makanan yang Diproses

Kacang panggang, kue, sereal, produk roti, burger, kue kering, pasta kalengan, makanan siap saji, dan sandwich.

Yang Dipilih

Makanan Rendah Sodium

Beberapa jenis sereal, ikan segar, telur, daging, keju segar, serta buah-buahan dan sayuran baik yang segar, kering, maupun beku. Kemudian keju mozzarella dan ricotta, beras, kacang-kacangan, yoghurt, dan buncis.

Pencegahan Konsumsi Garam Berlebih

1. Jangan menaruh tempat garam di meja makan.

2. Memilih bumbu dan rempah-rempah alami ketimbang garam.

3. Membuat sendiri racikan bumbu dengan sedikit garam atau malah tidak menggunakan garam sama sekali.

Agar Jantung Prima

1. Batasi konsumsi kolesterol hanya sampai 300 miligram per hari.

2. Asupan lemak hanya 25 persen dari total kebutuhan kalori, terdiri atas 10 persen lemak jenuh dan 15 persen lemak tak jenuh.

3. Kurangi penggunaan garam dapur (NaCl) serta makanan yang mengandung kamar lemak dan natrium tinggi, seperti kue-kue dan cokelat.

Pengolahan Makanan nan Sehat

1. Pilih daging rendah lemak.

2. Buang semua lemak kasar mata dari bahan makanan yang belum dimasak.

3. Gunakan susu rendah lemak untuk membuat makanan dengan bahan susu.

4. Hindari pengolahan bahan makanan dengan santan.

5. Cara yang dianjurkan: merebus, mengukus, mengungkep, menumis, dan memanggang.

6. Pakai minyak baru, hindari penggunaan minyak jelantah.

7. Bila menggoreng, usahakan dengan panas yang sedang.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: